Septiyandi

وَٱجۡعَلۡنِى مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ ٱلنَّعِيمِ dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan (Asy Syu'araa' : 85)

Meraih Husnul Khotimah

Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja, MA

 

Filed under: Akhlaq dan Nasehat, Aqidah, Kajian Video, Tazkiyatun Nufus

Sahabat Bintang Lima

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.

Filed under: Akhlaq dan Nasehat, Kajian Video

Jangan Pernah Malu Beristighfar

Dikatakan kepada Hasan Al-Bashri rahimahullah
ألا يستحيي أحدُنا من ربه يستغفِرُ من ذنوبه، ثم يعود، ثم يستغفر، ثم يعود
“Apakah salah seorang dari kita tidak malu kepada Allah, ia beristighfar atas dosa-dosanya lalu ia kembali lagi berdosa lalu istighfar lagi, lalu berdosa lagi?”
Maka Hasan Al-Bashri berkata : ،
ودَّ الشيطانُ لو ظَفِرَ منكم بهذه، فلا تملُّوا من الاستغفار.
“Syaitan berangan-angan kalau bisa menjatuhkan kalian kepada perasaan malu seperti ini, maka janganlah kalian bosan untuk terus beristighfar”
(Jamiul Uluum wal Hikam 2/485)

Sumber : firanda.com

Filed under: Akhlaq dan Nasehat, Aqidah, Tauhid, Tazkiyatun Nufus

Dahsyatnya Fitnah Wanita

Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja

Filed under: Akhlaq dan Nasehat, Aqidah, Kajian Video, Tazkiyatun Nufus

Kelezatan Memaafkan Orang Lain

Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja

Filed under: Akhlaq dan Nasehat, Kajian Video, Tazkiyatun Nufus

Bila Allah Membongkar Aib Sang Hamba?

Allah membongkar aib-aib hambanya dalam dua kondisi :

(1) Jika sang hamba mencari-cari kesalahan saudaranya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ولا تتبعوا عوراتهم فإنه من اتبع عوراتهم يتبع الله عورته ومن يتبع الله عورته يفضحه في بيته

((Janganlah kalian mencari-cari kesalahan-kesalahann kaum muslimin, karena barang siapa yang mencari-cari kesalahan mereka maka Allah akan menelusuri kesalahan-kesalahannya, dan barang siapa yang ditelusuri kesalahannya oleh Allah maka Allah akan membongkarnya (meskipun) dia di rumahnya sendiri)) (HR Abu Dawud no 4880)

(2) Jika sang hamba terlalu sering melakukan dosa-dosa secara sembunyi-sembunyi maka Allah akan membongkarnya sebagai pelajaran untuk yang lainnya. Jika satu aib kita atau satu dosa kita saja dibongkar oleh Allah maka mau taruh di mana wajah kita ini….??
Orang-orang yang selama ini menghargai atau menghormati kita maka akan menjauhi kita…. sahabat dekat akan menjauh… bahkan memusuhi…,
Diantara doa Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam :

اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي

((Yaa Allah tutuplah aib-aibku…)) (HR Ibnu Maajah no 3871 dan Ibnu Hibbaan no 957)

Sumber : http://www.firanda.com

Filed under: Akhlaq dan Nasehat

Bahaya Penyakit Ujub


Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja

Filed under: Akhlaq dan Nasehat, Kajian Video, Tauhid

Akun Facebook Setelah Kita Meninggal

Assalamu’alaikum

Konsekwensi apakah yang akan kita terima di akhirat kelak jika akun facebook atau twitter kita berisi dengan berbagi cerita macam-macam dengan foto-foto yang cantik dan tampan. Kadang kita juga menuangkan status-status yang mungkin menggambarkan kondisi kita pada saat iman kuat (mengingatkan hal-hal yang baik) atau iman lemah (mengeluh, mengumpat, dsb.). Apakah pahala dan dosa kita akan terus bertambah? Wassalam

Dari: Chriestian Ywss
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Akhlaq dan Nasehat

Bahaya Bicara Agama Tanpa Ilmu

Memahami ilmu agama merupakan kewajiban atas setiap muslim dan muslimah. Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassallam bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim. [HR. Ibnu Majah no:224, dan lainnya dari Anas bin Malik. Dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani]

Dan agama adalah apa yang telah difirmankan oleh Alloh di dalam kitabNya, Al-Qur’anul Karim, dan disabdakan oleh RosulNya di dalam Sunnahnya. Oleh karena itulah termasuk kesalahan yang sangat berbahaya adalah berbicara masalah agama tanpa ilmu dari Alloh dan RosulNya.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Akhlaq dan Nasehat,

Sifat Tawadhu’

Pembicara : Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja

Sifat Tawadhu’
Download

Sumber : kajian.net

Filed under: Akhlaq dan Nasehat, Kajian Audio, Tazkiyatun Nufus

Suratku Untukmu

Pembicara : Ustadz Armen Halim Naro Rohimahulloh

Suratku Untukmu (1/2)
Download

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Akhlaq dan Nasehat, Kajian Audio, Keluarga

Tawakal yang Sebenarnya

Sebagian orang menganggap bahwa tawakal adalah sikap pasrah tanpa melakukan usaha sama sekali. Contohnya dapat kita lihat pada sebagian pelajar yang keesokan harinya akan melaksanakan ujian. Pada malam harinya, sebagian dari mereka tidak sibuk untuk menyiapkan diri untuk menghadapi ujian besok namun malah sibuk dengan main game atau hal yang tidak bermanfaat lainnya. Lalu mereka mengatakan, “Saya pasrah saja, paling besok ada keajaiban.”

Apakah semacam ini benar-benar disebut tawakal?! Semoga pembahasan kali ini dapat menjelaskan pada pembaca sekalian mengenai tawakal yang sebenarnya dan apa saja faedah dari tawakal tersebut.
Baca entri selengkapnya »

Filed under: Akhlaq dan Nasehat, Tazkiyatun Nufus

Ibu, Ayah … Aku Ingin Meraih Surga

bu, ayah … lewat berbaktipadamu lah jalan menuju surga Rabbku.

Alhamdulilllah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ »

“Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, ”(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga.”(HR. Muslim)
Baca entri selengkapnya »

Laman: 1 2 3

Filed under: Akhlaq dan Nasehat, Keluarga

Bertamu Dengan Cara Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Penyusun: Ummu Ziyad
Muroja’ah: Ust. Abu Mushlih

Saling berkunjung dan bertamu di antara kita adalah hal yang biasa terjadi. Baik bertamu di antara sanak famili, dengan tetangga, atau teman sebaya yang tinggal di kos. Namun, banyak di antara kita yang melupakan atau belum mengetahui adab-adab dalam bertamu, dimana syari’at Islam yang lengkap telah memiliki tuntunan tersendiri dalam hal ini. Nah, alangkah indahnya jika setiap yang kita lakukan kita niatkan ibadah kepada Allah ta’ala dan ittiba’ pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, termasuk dalam hal adab bertamu ini.
Baca entri selengkapnya »

Laman: 1 2

Filed under: Akhlaq dan Nasehat

Radio-radio Sunnah Kajian Audio Kajian Video

Arsip

RSS konsultasisyariah.com

  • Pisau Lepas Ketika Menyembelih, Haram Dimakan?
    Waktu Menyembelih Hewan Qurban Pisau Lepas Jika pisau lepas saat menyembelih, apakah hewan sembelihannya jadi haram dimakan? Lalu qurbannya batal? Jawab: Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du, Allah berfirman, memberikan rincian binatang-binatang yang diharamkan, حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِ […]
  • Mertua Tiri Apakah Mahram?
    Mertua Tiri Apakah Mahram? Apakah mertua tiri mahram bagi suami/istri anak? Dari : Ummu Fariq, di Salatiga. Jawaban : Bismillah wassholaatuwassalam ála Rasulillah, waba’du. Sebab mahram ada tiga : Hubungan kerabat / nasab Persusuan Hubungan pernikahan (Mushaharah). Hubungan kerabat, seperti ayah, kakek; dan seterusnya ke atas, kemudian Ibu, nenek; dan seteru […]
  • Hukum Laki-laki Memakai Kalung
    Laki-laki Dilarang Memakai Kalung? Apa hukumnya laki laki mengenakan kalung… Jawab: Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du, Terlepas dari bahannya, kalung yang kita pakai, secara umum ada 2 fungsi, Pertama, sebagai perhiasan, baik berbahan emas, perak atau bahan lainnya. Kedua, bukan sebagai perhiasan, misalnya kalung sebagai tanda pengen […]
  • Qurban untuk Ortu yang Pikun
    Hukum Qurban untuk Orang Tua yang Pikun Ibu sy sdh pikun, msh punya tabungan dan cukup u qurban. Sah nggak kalo sy anaknya ngeluarin uang dr ibu u qurban a.n beliau? Jawab: Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du, Ulama berbeda pendapat, apakah sohibul qurban disyaratkan harus dalam kondisi baligh dan berakal, ataukah […]
  • Naik Angkot Gak Bayar
    Naik Angkot Gak Bayar, Utang Akhirat? Jika dulu pernah naik angkot gak bayar, naik bis kota gak bayar, apa yg harus dilakukan? Krn jd kepikiran. Sementara tdk memungkinkan utk mencari supirnya atau pemilik angkot… Jawab: Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du, Kewajiban bagi orang yang mendapatkan layanan berbayar adalah memberikan upah k […]
  • Kapan Harus Membatalkan Shalat Sunah Karena Dengar Iqamah?
    Membatalkan Shalat Sunah Qabliyah Karena Dengar Iqamah Jika kita mendengar iqamah, sementara kita sedang shalat sunah qabliyah, apakah harus dibatalkan? Bgmn jika tinggal tahiyat, apakah msh boleh diselesaikan? Jawab: Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du, Perintah membatalkan shalat sunah karena mendengar iqamah, dinyatakan dalam bebera […]
  • Cara Membatalkan Shalat Ketika Iqamah
    Membatalkan Shalat Ketika Iqamah Mas ijin bertanya.. Pas shalat sunah, trus dengar iqamah, bgmn cara membatalkannya, apakah hrs salam dulu, atau bgmn? Nuwun… Jawab: Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du, Batal ketika shalat, secara umum ada 2 sebab: [1] Batal shalat karena thaharahnya batal. Seperti kentut atau keluar tetesan kencing ata […]
  • Tongkat Saat Khutbah Jumat Bid’ah?
    Hukum Tongkat Saat Khutbah Jumat Bismillah wassholaatu wassalam ‘ala Rasulillah, wa ba’du. Berkhutbah dengan bertumpu pada tongkat, adalah perkara asing menurut sebagian orang. Sehingga karena ketidaktahuan dan memandangannya sebagai hal yang asing, membawanya tergesa dalam menilai, bahwa tindakan tersebut adalah bid’ah. Atau sebagian yang lain memandang, me […]
  • Cara Shalat Ibu Hamil
    Cara Shalat Ibu Hamil Apakah ada anak d kandungan tetap wajib shalat?. Llau bagaimn cara shalat ibu hamil? Jawab: Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du, Ibu hamil statusnya sama seperti yang lainnya, sama-sama mendapatkan kewajiban syariat. Karena itu, mereka berkewajiban melakukan shalat atau ibadah yang lainnya, sebagaimana muslim yang […]
konsultasisyariah.com

Kajian.Net

yufid.com

yufid.tv

Radio Hang 106 FM

Radio Muslim

Radio Rodja 756 AM

Radio Rodja 756 AM

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعاً إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Wahai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Az-Zumar: 53)

مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
"Barangsiapa yang Allah kehendaki padanya kebaikan, maka akan difahamkan dalam urusan agama."
(Al-Bukhari dalam Al-Ilm [71]; Muslim dalam Az-Zakah [1037])

مَن كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لاَيُبْخَسُونَ أُوْلَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي اْلأَخِرَةِ إِلاَّ النَّارَ وَحَبِطَ مَاصَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَّاكَانُوا يَعْمَلُونَ
"Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan".
(Hud: 15, 16)

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلاَ مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمْ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً مُبِينًا
"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata".
(Al-Ahzab: 36)

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Ali 'Imran: 31)

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ
"Barangsiapa meringankan sebuah kesusahan (kesedihan) seorang mukmin di dunia, Allah akan meringankan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan urusan seseorang yang dalam keadaan sulit, Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutup ‘aib seseorang, Allah pun akan menutupi ‘aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya".
(HR. Muslim no. 2699, dari Abu Hurairah)

لاَ تَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ.
"Jangan kamu marah, maka kamu akan masuk Surga"
(Shahîh. HR ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Ausath [no. 2374] dari Sahabat Abu Darda Radhiyallahu 'anhu)

مَا بَقِيَ شَيْءٌ يُقّرِبُ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُتَاعِدُ عَنِ النَّارِ إِلاَّ قَدْ بُيِّنَ لَكُمْ
"Tidaklah ada sesuatu yang mendekatkan diri kepada surga dan menjauhkan dari neraka melainkan telah dijelaskan kepada kalian."
(HR. Thabrani)

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
“Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”
(HR. Bukhari no. 6306)

وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلْأَوَّلُونَ مِنَ ٱلْمُهَٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحْسَٰنٍ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى تَحْتَهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ
"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar."
(At Taubah: 100)

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ.
“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).”
(HR. Al Hakim dan beliau menshahihkannya, Adz Dzahabi pun menyetujui hal itu (1/545). Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 654))

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
“Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.”
(HR. Bukhari bersama Fathul Bari (11/101, no. 6307) dan Muslm (4/2075, no. 2702))

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain, pen), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).”
(HR. Ibnu Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 54, Ibnu Majah no. 925. Syaikh ‘Abdul Qodir dan Syu’aib Al Arnauth menyatakan sanad hadits ini hasan dalam tahqiq Zaadul Ma’ad 2/375.)

عَنْ خَوْلَةَ الأَنْصَارِيَّةِ – رضى الله عنها – قَالَتْ سَمِعْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ « إِنَّ رِجَالاً يَتَخَوَّضُونَ فِى مَالِ اللَّهِ بِغَيْرِ حَقٍّ ، فَلَهُمُ النَّارُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Dari Khaulah Al Anshariyyah, aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh ada banyak orang yang membelanjakan harta yang Allah titipkan kepada mereka tidak dengan cara yang benar maka api neraka untuk mereka pada hari Kiamat nanti.”
(HR Bukhari no 2950)

وَإِن يَمْسَسْكَ اللّهُ بِضُرٍّ فَلاَ كَاشِفَ لَهُ إِلاَّ هُوَ وَإِن يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلاَ رَآدَّ لِفَضْلِهِ يُصَيبُ بِهِ مَن يَشَاء مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Yunus: 107)

وَٱجۡعَلۡنِى مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ ٱلنَّعِيمِ
dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan
(Asy Syu'araa' : 85)

لا تستبطئوا الرزق ، فإنه لن يموت العبد حتى يبلغه آخر رزق هو له، فأجملوا في الطلب: أخذ الحلال، وترك الحرام
Janganlah kamu merasa bahwa rezekimu terlambat datangnya, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga telah datang kepadanya rezeki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya, maka tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram.
(HR. Abdurrazzaq, Ibnu Hibban, dan al-Hakim, serta dishahihkan oleh al-Albani).

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.
(QS. Ash Shaffaat: 100)